Kabupaten Sragen Raih Penghargaan STBM Berkelanjutan Award Tahun 2019

FOKUSLINTAS.com – Kabupaten Sragen meraih penghargaan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) Berkelanjutan Award tahun 2019. Penghargaan ini diterima langsung Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati dalam acara Seminar Hari Lingkungan Hidup Sedunia ke-9.

“Anugerah ini sebagai apresiasi kepada Kabupaten Sragen yang dinilai telah berhasil merubah perilaku masyarakat menjadi lebih higienis dan saniter melalui STBM,” kata Yuni, Sabtu (5/10).

Penghargaan yang telah diserahkan secara langsung oleh Menteri Kesehatan RI, Nila Djuwita F Moeloek, yang dilaksanakan di Auditorium dr GA Siwabessi, Kementerian Kesehatan, Jakarta, Rabu (2/10) lalu.

Dalam penghargaan ini Kabupaten Sragen meraih 3 kategori yang berbeda, diantaranya STBM berkelanjutan Award sebagai Kabupaten Stop Buang Air Besar Sembarangan (BABS) / ODF, kategori Inovasi STBM Berkelanjutan Kabupaten/Kota terbaik kedua dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Tidak hanya itu, Kabupaten Sragen juga meraih tanda penghargaan sanitarian/petugas kesehatan lingkungan Puskesmas terbaik Kabupaten/Kota SBS (ODF) 100% tahun 2019 dari Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat, Kementerian Kesehatan RI.

Sertifikat penghargaan STBM Berkelanjutan juga sebagai apresiasi terhadap pencapaian Kabupaten/Kota yang telah terverifikasi Stop BABS/ODF serta yang memiliki inovasi terbaik dalam mempertahankan dan meningkatkan kualitas akses sanitasi layanan berbasis masyarakat.

Bupati Sragen Yuni menyampaikan, Penghargaan ini diberikan setiap tahun kepada daerah terbaik yang memiliki akses penyediaan layanan sanitasi berkelanjutan berbasis masyarakat tahun 2019.

Atas tiga penghargaan STBM yang diraih, Yuni berharap STBM award bisa memotivasi dalam mengimplementasikan lima pilar STBM seperti tidak buang air besar disembarang tempat, mencuci tangan dengan sabun dan dengan air yang mengalir, mengelola air minum rumah tangga.

Kepala Dinas Kesehatan Sragen Hargiyanto menjelaskan, Sragen dinilai memiliki inovasi terbaik dalam mempertahankan kondisi Stop Buang Air Besar Sembarangan sekaligus dalam meningkatkan kualitas akses layanan berbasis masyarakat.

“Jadi dari Kabupaten/Kota seluruh Indonesia yang dapat STBM Award ada 19 Kabupaten/Kota, dan yang dapat inovasi terbaik ada tiga Kabupaten termasuk Sragen yang menempati peringkat terbaik kedua setelah Kabupaten Bantaeng (Sulawesi Selatan),” terangnya.

Ia menambahkan Program STBM berkelanjutan di Kabupaten Sragen tidak hanya berhenti dan sebatas dengan keberhasilan Pilar Stop Buang Air Besar Sembarangan. Hal ini terbukti dengan keberhasilan Kabupaten Sragen yang sudah mendeklarasikan sebagai Kabupaten Bebas Buang Air Besar Sembarangan/ODF pada akhir tahun 2018 lalu.(Tim)

Editor : Awi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *