Dibalik Rumah Hantu Peninggalan Pak Haji

FOKUSLINTAS.com – Rumah adalah surga bagi beberapa orang yang didalamnya para anggota keluarga saling tegur sapa dan bercengkrama satu sama lain. Namun, tidak banyak misteri yang mampu diungkap oleh setiap orang. Di sebuah desa atau kampung ada sebuah rumah yang tanahnya cukup besar, dan bangunannya megah. Hanya saja rumah itu dikabarkan tidak pernah mau menerima siapapun yang akan tinggal di situ.

Sebuah rumah itu terletak di tengah hiruk pikuknya kota Parakan dan rumah itulah yang menjadi misteri sampai saat ini. Seorang narasumber bercerita bahwa rumah itu dahulu adalah milik seorang haji yang kaya raya. Kekayaannya mampu menghidupi tujuh keturunan. Saking kaya rayanya, rumah itu dibangun bak istana dengan halaman rumah yang cukup luas.

Pada suatu hari, ada kelompok pedagang yang berasal dari Pekalongan. Mereka ingin menjajakan dagangannya di kota Temanggung. Namun, mereka tidak mempunyai tempat persinggahan selama di Temanggung. Sebagai pedagang, pasti sudah seharusnya berhemat. Mereka yang berjumlah empat orang akhirnya memutuskan untuk menyewa sebuah rumah untuk persinggahan sementara. Ditemukanlah rumah tersebut karena harga sewa yang murah serta tempat yang dibilang apik. Sebelumya mereka belum tahu tentang misteri rumah itu dan pemilik rumah pun sengaja tidak memberitahunya. Sayang, kedatangan empat orang penyewa agaknya mengusik ketenangan si penunggu rumah. Dia bersama pasukannya terus mengganggu empat orang itu.

Pada suatu malam, saat empat orang itu masuk ke kamar yang berbeda. Tapi, masih berjejeran. Pintu kamar diketuk bersamaan, dengan nada khas pasukan jin. Tok… Tok… Tok… . Ketokan pertama, mereka biarkan. Tapi, sampai di ketokan ketiga, mereka penasaran. Apa yang sebenarnya terjadi karena tiap dari mereka sudah saling berontak bahwa tidak ada yang mengetuk. Lalu, mereka berempat berencana akan mengintip dari celah kunci selot. Pengintaian mereka lakukan malam itu juga. Namun, nasib buruk menimpa mereka. Saat mereka mengintip, dari luar juga ada yang mengintip. Tapi, mereka bertanya-tanya, siapakah yang mengintip. Lalu, mereka mengulangi pengintaian kembali di pintu kamar masing-masing. Pada akhirnya, makhluk itu mengintip pula. Kaget sekali mereka berempat karena saat pintu dibuka, tidak ada seorangpun di sana. Sepi. Gelap. Sunyi. Mereka pun berlari satu sama lain. Ternyata semua rencana pengintaian diketahui oleh mereka. Akhirnya, mereka berempat berkumpul dalam satu kamar. Esoknya, mereka hengkang dari rumah itu karena tidak kuat dengan uji nyalinya.

Peristiwa itu, tidak hanya di rasakan oleh empat orang pedagang Pekalongan. Di hari-hari lain, juga terjadi hal demikian. Ada yang bertahan sehari, dua hari, tiga hari, bahkan paling lama hanya sekitar empat hari. Narasaumber mengatakan bahwa rumah itu memang dahulu dimiliki oleh seorang haji yang kaya raya. Namun, sayang kekayaannya berasal dari makhluk jin. Konon, haji Samad, panggilan masyarakat, saat berhaji pada prosesi melempar jumrah, dia mengantongi satu batu. Menurut kepercayaan dia, batu itu bisa mengantarkan ia menjadi kaya raya. Ya, benar ia menjadi kaya raya setelah membawa pulang batu itu. Setiap malam tertentu, ia melakukan suatu ritual untuk memberi makan pada jinnya. Namun, semenjak haji Samad meninggal, anaknya tidak ada yang merawat jin itu sebagai balasannya jin itu merajai rumah itu tanpa ada manusia yang boleh menempati. Diceritakan, batunya di letakkan di dalam sumur tua yang sudah penuh rumput-rumput. Kata narasumber, yang juga ahli rukiyah, ia melihat di dalam sumur rumah itu banyak sekali kepala mengambang di dalam sumur tua itu. Dalam ceritanya, ia berbicara pada raja jin di rumah itu yang diketahui bahwa jin itu akan terus ada disitu sampai kapanpun. Ia hanya bisa kembali ke Makkah kalau ada yang mengembalikan batu itu. Tapi, bagaimana bisa mengembalikan batu itu jika terdapat di dalam sumur tua yang sudah puluhan tahun tak terurus. Kata jinnya, ia akan mengganggu siapapun di rumah itu. Kecuali jika orang tersebut ijin kepada raja jin itu.

Demikianlah kisah misteri rumah Haji Samad. Rumah yang dihuni oleh Raja Jin dan segenap prajurit-prajuritnya. Rumah yang hingga kini masih tidak menerima orang-orang untuk tinggal di dalamnya.(Tanu)

Adm

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *