Soal Pungutan UNBK, Kepala Sekolah SMPN 3 Sragen di Laporkan

FOKUSLINTAS.com — Kepala SMPN 3 Sragen, Sriyono, memberikan tanggapannya terkait iuran Rp1,2 juta yang dikeluhkan orang tua siswa hingga dilaporkan ke Ombudsman RI Perwakilan Jateng.

Sriyono membenarkan adanya rencana pembelian 40-45 unit komputer untuk Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Saat ini SMPN 3 Sragen baru memiliki 40 unit komputer.

Supaya bisa menyelenggarakan UNBK, sekolah harus memiliki komputer minimal 1/3 dari jumlah siswa jelas IX yang mencapai 212 siswa. Karena keterbatasan jumlah komputer itu, dua tahun terakhir, SMPN 3 Sragen tidak bisa menyelenggarakan UNBK sendiri.

“Mau tidak mau kami harus nebeng [menumpang] di SMKN 2 Sragen. SMPN 3 Sragen merupakan satu-satunya SMP negeri di Sragen yang belum bisa menyelenggarakan UNBK secara mandiri,” jelas Sriyono.

Tahun ini, Sriyono meluncurkan program Sukses UN. Draf kegiatan sudah disampaikan kepada orang tua siswa. Sekolah tidak bisa sepenuhnya membiayai kegiatan Sukses UN tersebut.

“Sekolah hanya bisa memberikan subsidi. Kalau untuk membiayai sepenuhnya, sekolah tidak mampu. Oleh sebab itu kami meminta komite sekolah membuat kesepakatan terkait pembiayaan kegiatan Sukses UN dan pelepasan siswa Kelas IX ini,” papar Sriyono.

Sebelumnya, YT, orang tua siswa salah satu SMPN di Sragen mengadu ke Ombudsman Jateng. Dia keberatan karena sekolah meminta bayaran Rp1.275.000 untuk pengadaan perangkat komputer, persiapan UN, dan pelepasan siswa Kelas IX.

YT lantas mengadu ke Ombudsman Jateng pada Sabtu (5/10/2019) siang. YT sudah melaporkan langsung masalah itu kepada Kepala Perwakilan Kantor Ombudsman Jateng, Siti Farida.

Siti Farida membenarkan telah menerima pengaduan dari orang tua siswa terkait dugaan pungutan sekolah tersebut. Berkenaan dengan hal itu, Ombudsman Jateng akan menindaklanjuti laporan dari orang tua siswa itu.(Sc-fl-tim)

Editor : Awi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *