Berita Penusukan Wiranto Tersebar ke Seluruh Dunia, Pengamat Ekonomi Was-Was

FOKUSLINTAS.com – Berita penyerangan terhadap Menteri Koordinator (Menko) Polhukam Wiranto tersebar luas ke dunia. Pengamat ekonomi merasa was-was dengan kondisi tersebut. Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Bhima Yudhistira Adhinegara berpendapat, aksi teror terhadap Wiranto ini bisa menyebabkan sentimen negatif baik terhadap pasar modal, maupun perekonomian Indonesia.

“Ini kan indikasi memang ada kekhawatiran, akumulasi dari sentimen global, kemudian juga perlambatan domestik, plus adanya gejolak politik (dengan teror tersebut). Ini yang semakin menimbulkan ketidakpastian,” kata Bhima, Kamis (10/10).

Menurut Bhima, ketidakpastian hukum akan semakin terlihat jelas bagi para investor asing jika aparat keamanan tak bergerak cepat dalam membongkar kasus teror tersebut.

“Makanya kecepatan aparat keamanan dalam memulihkan situasi, kemudian dalam mengungkap siapa aktor di belakangnya, kemudian semakin cepat pemberian hukumannya yang berat, ini menjadi hal yang ditunggu juga oleh para investor khususnya mereka yang mau masuk dan menambah investasi di Indonesia,” jelas Bhima.

Menurut Bhima, pelaku teror terhadap Wiranto ini mempunyai keberanian tinggi sebab yang diserang adalah pengambil kebijakan. Sehingga, level ancaman terhadap keamanan dan stabilitas Indonesia semakin tinggi.

“Kasus sekarang ini yang menjadi sasaran langsung menteri. Jadi level ancamannya sudah pada level pengambil kebijakan. Berarti level terornya, level ketidakpastiannya menjadi lebih tinggi,” imbuh dia.

Apalagi, kata Bhima, jika pelakunya benar terjaring ISIS maka tingkat kekhawatiran global terhadap Indonesia akan semakin parah.

“Kekhawatirannya ini karena ada jaringan internasional (ISIS) yang mau mengacaukan perekonomian Indonesia. Saya kira ini aktor intelektual motifnya, dan bagaimana proses hukumnya, ini akan menjadi perhatian. Jadi semakin cepat membongkar pelakunya, aktor-aktor intelektualnya ini yang akan memberikan kepastian hukum. Kepastian keamanan di pelaku usaha,” pungkas Bhima.(*)

Editor : Awi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *