Sejumlah Korban Arisan Fiktif di Solo Minta Uang Mereka Dikembalikan

FOKUSLINTAS.com — Korban arisan online meminta uang yang disetorkan kepada tersangka Tri Rahayu alia Ayu yang saat ini mendekam di Polres Sukoharjo untuk dikembalikan. Korban arisan fiktif mencapai 50-an orang tersebut siap mengajukan gugatan perdata kepada tersangka.

“Pasti masih ada aset-aset milik tersangka yang kami tidak tahu. Pokoknya, kami ingin uang itu kembali,” tandas salah seorang korban arisan, Ana Maria, saat ditemui di Satreskrim Polresta Solo, Kamis (10/10) siang.

Menurut Ana, sebelum dilakukan penangkapan oleh anggota Polres Sukoharjo, korban lainnya sempat bertemu. Namun tersangka Ayu mengaku bahwa uang yang dilarikan sudah habis.

“Dia bohong. Pasti masih ada uang tersebut,” tandas Ana.

Disinggung mengenai kedatangan sejumlah korban ke Mapolresta Solo, Ana mengaku, mereka diminta untuk melengkapi berkas-berkas bukti saat menjalankan arisan fiktif itu.

“Apabila tersangka bersedia membayar setengah dulu, lalu menandatangani surat perjanjian kesanggupan membayar ya kami cabut gugatan di sini,” kata Ana.

Sementara itu, Kasatreskrim Polresta Solo, AKP Arwansa, mengatakan pemeriksaan para korban untuk melengkapi berkas-berkas yang akan diserahkan ke Kejaksaan Negeri Solo. Menurutnya, keterangan korban masih sama dengan keterangan sebelumnya yakni arisan melaui grup Whatsapp dan pembelian hasil arisan secara murah.

Sementara itu, terkait gugatan perdata, ia menyerahkan pada korban penipuan arisan. Menurutnya, tugas kepolisian meliputi penyelesaian kasus pidana saja.

“Meskipun pelaku ditangkap di Sukoharjo, penanganan kami tetap di Kota Solo namun mekanisme penahanan kami berkoordinasi dengan Polres Sukoharjo. Kalau berkas sudah lengkap segera kami kirim ke kejaksaan,” ujarnya.

Seperti diberitakan, tersangka kasus arisan online Tri Rahayu alias Ayu (28) ditangkap anggota Polres Sukoharjo tanggal 27 Agustus lalu. Saat ini, tersangka masih mendekam di tahanan Mapolres Sukoharjo untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.(Tim)

Editor : Awi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *