Inilah Tips Mengatasi Patah Hati

FOKUSLINTAS.com – Banyak orang yang sudah pernah mengalami patah hati. 

Namun, efek dari patah hati ini berbeda-beda pada setiap orang. Ada yang mungkin menjadi menutup diri, performa kerja menurun, dan tidak bersemangat akibat patah hati. Di sisi lainnya, justru ada yang lebih produktif karena mencari pelarian dan berusaha mengalihkan fokus pada pekerjaan.

jeda.id

Namun, kebanyakan orang cenderung jadi tidak bersemangat dan bergairah melakukan aktivitas apapun ketika sedang patah hati. Bahkan, beberapa penelitian telah menemukan penjelasan ilmiah mengapa patah hati bisa memengaruhi performa kerja.

Patah hati dan jatuh cinta, diatur oleh hormon yang sama. Tahukah Anda jika rasa jatuh cinta itu muncul karena ada hormon yang mengaturnya? Ya, rasa senang dan jantung berdebar yang Anda miliki saat itu terjadi akibat tingginya hormon serotonin.

Serotonin adalah hormon yang berperan utama dalam mengatur suasana hati. Jika kadar hormon ini tinggi di dalam tubuh, maka rasa bahagia akan muncul. Sebaliknya, hormon serotonin yang rendah akan menyebabkan seseorang mengalami stres, depresi, dan sedih.

Nah, sebuah penelitian membuktikan bahwa saat jatuh cinta, hormon serotonin ini meningkat drastis, sementara ketika patah hati kadar hormon ini menurun bahkan cukup rendah.

Maka itu, tidak heran jika Anda mengalami stres, tertekan, dan sedih ketika sedang patah hati. Bahkan jika hormon serotonin ini kadarnya sangat rendah, dapat menyebabkan ganguan kecemasan hingga depresi.

Performa kerja menurun akibat patah hati

Tak jarang orang menjadi lebih menutup diri dan pesimis akibat patah hati. Sayangnya, rasa sedih, marah, dan pesimis ini dibiarkan terus-terusan hingga berlarut-larut. Ketika itu terjadi, hormon serotonin akan semakin kecil kadarnya di dalam tubuh.

Awalnya mungkin Anda hanya sekadar tidak bersemangat saja, tapi karena rasa yang dirasakan saat itu tidak dikelola dengan baik, lama-lama Anda bisa mengalami depresi atau masalah mental lainnya.

Depresi yang tidak tertangani dan terus didiamkan berlarut-larut, akan membuat anda semakin terpuruk. Lama-kelamaan Anda tidak hanya mengalami penurunan prestasi kerja, tapi juga akan menarik diri dari pergaulan dan malas untuk bertemu orang lain.

Biasanya, hal ini terjadi karena Anda masih menyangkal bahwa hubungan asmara telah berakhir dan tidak menerima alasan kandasnya hubungan Anda. Padahal, menyangkal dan perasaan tidak terima justru akan membuat Anda kian terpuruk.

Cara mengobati sakit hati

Butuh waktu lama untuk memulihkan hati yang patah akibat kandasnya hubungan asmara. Nah, beberapa penawar ini bisa Anda coba supaya kembali dilansir Hello Sehat.

1. Introspeksi diri

Kandasnya suatu hubungan, biasanya disebabkan karena ada pengaruh dari kedua belah pihak. Cobalah untuk melakukan instrospeksi pada diri anda. Dalam hati Anda, pasti mengetahui salah satu penyebab kegagalan hubungan tersebut.

Bila hal tersebut disebabkan karena kesalahan Anda, cobalah untuk memperbaiki diri menjadi pribadi yang lebih baik.

2. Jangan menutup diri

Hal ini bertujuan agar anda tidak terlalu bersedih dan dapat menjalin relasi yang lebih baik dengan orang di sekeliling anda. Semakin Anda terpuruk dan menutup diri akibat patah hati yang telah lalu, semakin sulit juga untuk move on.

Anda juga perlu mengakui kenyataan bahwa hubungan tersebut telah berakhir. Jangan membohongi diri dengan tetap berusaha berharap pada mantan dan menganggap hubungan masih tetap dapat diperbaiki dan berjalan seperti biasa.

3. Jujur pada diri sendiri

Akuilah pula rasa sedih yang anda alami. Dengan Anda mengakuinya dan membiarkan diri anda menangis, rasa sakit tersebut ternyata dapat lebih cepat hilang dan Anda dapat lebih mudah pulih.

Obati sakit hati untuk hari yang lebih baik, coba kiat di atas yuk.

Editor : Awi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *