Misteri Penghuni Beringin Tua

FOKUSLINTAS.com – Di sebuah jembatan tua yang menghubungkan sebuah desa terdapat beringin tua yang berumur seratus tahun lebih. Konon katanya banyak cerita hantu yang beredar diantara masyarakat. Sebenarnya setiap tempat pasti di huni oleh makhluk halus, ada yang menampakkan diri dan tidak. Maka dari itu agama islam mewajibkan untuk meyakini hal-hal yang ghaib. Mereka juga bisa melakukan hal-hal diluar nalar manusia, seperti masuk kedalam alam bawah sadar manusia dengan halusinasi atau tipu muslihat. Cerita-cerita hantu yang beredar diantara masyarakatpun muncul karena mereka menampakkan diri kepada orang-orang tertentu.

Hantu biasanya menempati tempat-tempat lembap yang kurang mendapatkan sinar matahari dan menampakkan dirinya hanya dimalam hari. Begitu juga dengan cerita hantu penunggu beringin tua diatas jembatan yang akan diceritakan pada artikel ini. Hantu-hantu penunggu beringin tua itu tidak hanya satu atau dua hantu melainkan banyak sekali dengan berbagai penampakan. Ada yang anak-anak remaja, ada yang nenek tua, ada yang bapak haji dengan khas peci putihnya, ada ibu-ibu umuran 40an.

Suatu ketika seorang laki-laki paruh baya melewati beringin itu sekitar jam 12 malam, tidak ada orang satupun disekitaran itu juga jauh dari pemukiman warga. Dia menggunakan motor tua dengan suara yang cukup keras sehingga terdengar sampai di pemukiman warga yang berada sekitar 50 meter dari tempat beringin tua itu. Laki-laki paruh baya ini reflek melempar rokok ke arah beringin tua tersebut namun sampai di pohon tersebut rokok itu mati. Sekitar 5 detik kemudian laki-laki itu merasa motornya semakin berat seperti membonceng seseorang. Tidak lama kemudian listrik mati total lalu terasa sangat gelap sekali kecuali lampu motornya yang berwarna kuning tidak terlalu terang. Dia merasakan ada hal yang tidak beres dengan perjalanannya itu sehingga dia menarik gas motor dengan lebih kencang sampai motornya melesat cepat.

Laki-laki ini terus menarik gas motornya tidak terkontrol sampai dia sadar bahwa jalan yang dilaluinya berbeda. Laki-laki itu berhenti dan turun dari motornya karena merasa kelelahan. Dia lupa tentang cerita hantu-hantu yang tinggal di beringin tua itu. Tiba-tiba matahari terbit sehingga menyinari suatu tempat yang laki-laki itu merasa pernah ke tempat tersebut. Tapi anehnya laki-laki itu tidak mengenal siapapun disitu, sampai seorang gadis menghampirinya dan bertanya “mau kemana pak ?”, laki-laki itu menjawab “saya ingin pulang tapi saya agak lupa jalannya”. Kalau begitu mari mampir dulu sarapan dan minum kopi, laki-laki yang linglung itu akhirnya ikut kerumah gadis itu kemudian disuguhkan mie instan dan kopi hitam. Setelah menyantap mie instan dan kopi, laki-laki itu kemudian berpamitan dan mengucapkan terima kasih.

Tok-tok-tok suara kentongan tukang ronda yang menjaga malam itu terdengar samar-samar oleh laki-laki paruh baya itu. Seiring hilangnya suara kentongan dan pendengaran laki-laki itu sontak tiba-tiba sunyi sampai ada seseorang yang membangunkannya karena dia ditemukan pingsan di pinggir jalan. Dia diantar pulang kerumahnya sambil menceritakan bagaimana pria itu ditemukan kepada istrinya. Selain itu, bapak-bapak petugas ronda itu juga menceritakan cerita hantu penunggu beringin tua yang beredar selama ini. Keesokan harinya dia terbangun dan memuntahkan banyak cacing pita dari mulutnya. Setelah itu, laki-laki paruh baya menceritakan kisah hantu-hantu yang ditemui malam itu kepada istrinya. Wisa

Editor : Awi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *