Berantas Money Politics, Bawaslu Solo Bentuk Tiga Kampung Anti Politik Uang

FOKUSLINTAS.com — Dampak money politics atau politik uang mengancam demokrasi yang tumbuh di Negara Indonesia. Butuh kepedulian masyarakat dalam memberantas praktek politik uang untuk menciptakan pemimpin yang berkualitas.

“Dengan diresmikannya Kampung Anti Politik Uang yang ada di Kawasan Laweyan ini, kesadaran masyarakat mulai ditumbuhkan,” terang Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Solo, Arif Nuryanto, Jumat (11/10) malam.

Bawaslu, kata Arif, membentuk tiga kampung anti politik uang di wilayah Kecamatan Laweyan. Yakni, Kampung Sondakan, Laweyan dan Karangasem. Dari tiga kawasan kampung tersebut, dipusatkan di wilayah Kampung Sondakan.

“Yang kami undang malam ini kan perwakilan dari masing-masing tokoh masyarakat. Diharapkan, mereka tergugah untuk ikut peduli dengan pemberantasan money politics. Jika mereka telah tergugah, tentunya akan menyampaikan kembali kepada masyarakat,” jelas Arif.

Dalam menyelesaikan permasalahan ini, lanjut Arif, perlu penyelesaian dengan melibatkan segenap masyarakat. Jangan sampai, hanya berkeluh kesah melalui media sosial (Medsos) namun tidak menyelesaikan dari inti permasalahan.

“Jika kesadaran masyarakat telah terbentuk, tentu mereka akan menolak segala bentuk politik uang yang dilakukan. Tidak sebatas berkeluh kesah melalui media sosial, yang justru membuat masalah makin runyam,” tegas Arif.

Dalam peresmian Kampung Anti Politik Uang yang dilaksanakan di Kelurahan Sondakan itu, turut ditandai dengan pembacaan deklarasi untuk menolak segala bentuk politik uang dalam penyelenggaraan pesta demokrasi. Tak hanya itu, juga ditandai dengan penempelan simbolis stiker bertuliskan “Money Politik Gak Asyik” di gerobak sampah. Tim

Editor : Awi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *