Beda Pilihan Saat Pilkades, Hajatan Seorang Janda Hadiluwih “Diboikot”

FOKUSLINTAS.com — Hanya gara-gara dituduh beda pilihan saat pemilihan kepala desa (Pilkades), seorang janda di Dukuh Jetak RT 13, Desa Hadiluwih, Kecamatan Sumberlawang, Sragen, Suhartini (50), ketika menggelar hajatan, tidak ada orang yang datang.

“Kasihan Mas, pas uleman kemarim yang datang nggak ada 100 orang. Padahal biasanya pas uleman itu warga yang datang sampai 400-500 orang dari tetangga sekitar,” ujar Yan, salah satu warga setempat, Rabu (16/10).

Hajatan yang digelar Suhartini itu pun dilarang didatangi oleh warga sekitarnya. Bahkan karena tak ada warga yang mau datang untuk rewang (membantu), panitia terpaksa harus berjibaku mencari bantuan pemuda di lain dukuh untuk membantu menjadi penyaji tamu undangan.

“Sejak klumpukan ulem kemarin sudah diboikot. Info yang beredar, saat itu warga yang mau datang dihalang-halangi oleh seorang oknum tokoh di dukuh itu dan melarang nggak boleh datang ke hajatan Bu Tini. Ada yang sudah jalan ke rumah Bu Tini, dibengoki (diteriaki) agar balik saja dan nggak usah datang. Akhirnya sebagian besar juga takut dan nggak jadi datang,” katanya.

Aksi boikot itu terjadi diduga akibat adanya intervensi dari salah satu oknum tokoh di kebayanan wilayah Suhartini yang menghardik warga dan melarang untuk datang. Oknum itu diketahui adalah pendukung salah satu calon kepala desa yang gagal pada Pilkades 26 September lalu.

“Kami juga dengar kalau dia sudah muter dan bilang nggak usah datang ke hajatan Bu Tini. Pokoknya pakai ilmu titenono gitu. Indikasinya gara-gara beda pilihan di Pilkades kemarin,” timpal warga lainnya. (Tim)

Editor : Awi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *