Diduga Pungli, Para Perangkat Desa Keluhkan Tarikan Kegiatan Pihak Kecamatan Gemolong

FOKUSLINTAS.com – Perangkat desa di Gemolong mempersoalkan tarikan yang dilakukan pihak kecamatan sebesar Rp 1 juta tiap desa. Tarikan dengan dalih untuk kegiatan hari kemerdekaan yang sudah berlansung Agustus kemarin ditengarai merupakan pungutan liar (pungli).

Sebagian tarikan dana tidak diberikan kuitansi, sehingga pihak Pemdes tidak bisa mencatatkan ke dalam SPj. Awalnya dalam sosialisasi kegiatan hari kemerdekaan lalu setiap desa diminta iuran Rp 700 ribu yang disetorkan pihak panitia kecamatan.

“Memang untuk iuran awal Rp 700 ribu itu disosialisasikan, namun tahap kedua pihak desa kembali ditarik Rp 300 ribu, namun tak ada kuitansi sehingga pihak desa kesulitan untuk membuat SPj,” kata perangkat desa asal Gemolong yang tak bersedia disebut identitasnya, Senin (14/10).

Sementara Camat Gemolong Kurniawan Sukowati saat diklarifikasi menjelaskan, sebenarnya iuran itu sudah jelas kegunaan dan kegiatannya memang untuk peringatan hari kemerdekaan kemarin. Bahkan sebelum ada tarikan iuran seluruh desa, tokoh maupun pengusaha di Gemolong diundang untuk sosialisasi.

“Semua kegiatan dan penggunaan dana iuran jelas dan terbuka. Apalagi, Gemolong memang selalu ada kegiatan karnaval sehingga membutuhkan dana yang besar. Kalau ada pembengkakan anggaran, karena tarikan dari pihak ketiga sangat kecil,” papar Kurniawan.

Sekcam Gemolong, Sumanto selaku ketua panitia kegiatan menambahkan, munculnya tambahan iuran dari pihak desa, karena sumbangan pihak ketiga hanya 50 persen yang diperoleh dari target awal.

Bahkan selain desa, para pegawai kecamatan ikut iuran dari Rp 5 ribu hingga Rp 30 ribu.

“Panitia maupun pak camat harus menutup semua kekurangan anggaran kegiatan,” ujar Sumanto. (Tim)

Editor : Awi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *