Pencalonan Istri Bupati di Sukoharjo Mendapat Kritikan

FOKUSLINTAS.com — Majunya Istri Bupati Sukoharjo dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sukoharjo tahun 2020 menuai kritikan. Dikhawatirkan akan terjadi dinasti politik yang dinilai berdampak kurang baik terhadap demokrasi dan jalannya pemerintahan berpotensi terjadi korupsi.

“Kalau istri bupati dua periode menjadi bupati, itu masuk kategori dinasti politik yang saya rasa sangat tidak baik efeknya bagi pemerintah dan demokrasi. Yang jelas sangat rawan terjadi korupsi, sudah lebih dari lima dinasti politik terlibat kasus korupsi,” kata Pengamat Politik Sukoharjo, Sumarjono, Jumat (25/10).

Menurut mantan aktivis yang turun ke dunia politik ini, periode kepemimpinan bupati saat ini masih menyisakan persoalan yang belum juga selesai. Dicontohkan, Pasar Sukoharjo kota yang tidak kunjung ramai setelah sebelumnya bermasalah, serta tidak tersentuhnya dunia olahraga dan limbah bau yang masih dirasakan warga Nguter.

Kritik keras juga disampikan kepada pasangan Etik Suryani dan Agus Santosa (EA) karena dinilai mencuri strart kampanye dengan memanfaatkan fasilitas negara. Dikatakan, di sejumlah kegiatan pemerintah selalu dimanfaatkan untuk sosialisasi pencalonan istri Bupati Sukoharjo dan Sekda Pemkab Sukoharjo tersebut

“Biasanya kalau istri petahana maju alasannya melanjutkan program suaminya, sejak kapan program bupati harus dilanjutkan keluarga atau istri?. Siapa saja bisa melanjutkan, bahkan bisa lebih bagus, belum lagi bupati yang sekarang maih punya banyak PR dan rapor merah yang harus diselesaikan,” tandas politisi Partai Nasdem ini.(Tim)

Editor : Awi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *