Tarif Baru, Iuran JKN-KIS Bakal Naik 100 Persen

FOKUSLINTAS.com — Penyesuaian tarif baru untuk kepesertaan program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) resmi berlaku mulai awal tahun depan. Meski kenaikan tarif mencapai 100 persen, namun peserta yang terdaftar kurang dari satu tahun dipastikan tidak bisa turun kelas.

Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Solo, Bimantoro R mengatakan terkait perpindahan kelas tidak bisa dilakukan secara serta merta. Sesuai ketentuan yang berlaku, perpindahan kelas baru bisa dilakukan oleh peserta yang sudah terdaftar minimal satu tahun.

“Jadi kalau baru beberapa bulan menjadi peserta sudah mau pindah kelas itu tidak bisa. Minimal harus setahun,” katanya kepada wartawan, Jumat (1/11).

Meski demikian, pihaknya mengaku hingga saat ini belum ada peserta yang melakukan pindah kelas. Mengingat penyesuaian tarif baru tersebut belum berlaku, atau baru akan diberlakukan pada awal tahun mendatang.

“Sejauh ini belum ada yang mengajukan pindah kelas,” jelasnya.

Dirinya juga mengatakan, penyesuaian tarif baru dianggap tidak akan mempengaruhi peserta untuk pindah kelas. Mengingat jumlah kepesertaan program JKN-KIS di wilayah kerjanya, lebih banyak berasal dari peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) baik dari APBN dan APBD. Dengan rincian 1.428.472 peserta dari PBI APBN dan 451.138 peserta dari PBI APBD.

“Dengan total peserta PBI itu, kontribusi pemerintah cukup dominan. Atau mencapai 73,63 persen dari total kepesertaan, “tandasnya.

Sebagai informasi, naiknya iuran program JKN-KIS pada awal tahun depan tercatat hingga mencapai 100 persen. Untuk kelas I naik dari Rp 80.000 menjadi Rp 160.000, kelas II naik dari Rp 51.000 menjadi Rp 110.000, dan kelas III naik dari Rp 25.500 menjadi Rp 42.000. (Tim-Fl)

Editor : Awi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *