Ngaku Bisa Urus e-KTP, Dugaan Masih Ada Calo di Dispendukcapil Sragen

FOKUSLINTAS.com – Kelangkaan blangko e-KTP dimanfaatkan calo untuk mencari keuntungan pribadi. Dengan besaran tarif Rp 100 Ribu, korban dijanjikan segera mendapatkan e-KTP.

Warga Gemolong yang berinisial S, mengaku ditawari kenalannya untuk mendapatkan e-KTP, namun dengan syarat membayar Rp 100 Ribu. Lantaran dia memiliki dua keponakan yang membutuhkan e-KTP sesegera mungkin, lantas S membayar Rp 200 Ribu.

Namun sayangnya calo dengan inisial R tersebut pada Senin (4/11) kemarin gagal memberikan KTP seperti yang dijanjikannya. R gagal mendapatkan e-KTP lantaran Dispendukcapil kehabisan blangko.

Tetapi R alih-alih mengembalikan uang, namun justru menjanjikan sesegera mungkin kalau Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) mendapat kiriman blangko lagi dari pusat.

”Kecewa karena tidak sesuai yang dijanjikan dan langsung jadi, sudah membayar ternyata tidak jadi. Dijanjikan lagi sampai kapan juga tidak jelas,” keluh S.

Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Dispendukcapil Sragen Wahyu Lwiyanto menyesalkan masih ada oknum yang mengambil kesempatan ini. Padahal di Dispendukcapil sendiri sudah digratiskan. Namun oknum ini mengutip untuk membantu mengurus. Dari Rp 50 ribu – Rp 100 Ribu.

”Kemarin ada yang mengeluh yang narik Rp 3 Juta untuk menguruskan pindah, untuk KTP, KK dan semua keperluan. Ini kan kasihan masyarakat. karena dari kami sendiri sudah gratis,” katanya, Selasa (5/11).

Wahyu menyampaikan, Bupati sudah mengeluarkan surat edaran. Terkait larangan calo untuk proteksi agar masyarakat tidak menerima dampak calo. Kalau sampai terjadi calo melakukan pemalsuan dokumen, bisa terkena pidana 5 tahun sesuai ketentuan undang-undang.

”Kami meminta para calo berhenti, kasihan masyarakat. Masyarakat silahkan urus sendiri, jika ada kekurangan maka masyarakat akan paham kekurangannya. Jika diurus sama calo terjadi kekurangan syarat tentu masyarakat tidak paham kekeliruannya. Jika nama keliru, tanggal keliru, bisa segera dibenahi tanpa proses yang lama,” papar Wahyu. ( Tim-Fl )

Editor : Awi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *