Kades Baru di Karanganyar Masih Banyak yang Bingung Kelola Keuangan Desa

FOKUSLINTAS.com – Para kepala desa terpilih di Pilkades serentak 2019 dibina khusus dalam mengelola sistem keuangan desa. Mereka dianggap belum cakap menerapkan aturan baku.

“Mereka butuh banyak belajar tentang pengelolaan keuangan. Sebagian bahkan tidak mengetahui apa itu rekening koran, cara mengajukan SPP (surat permintaan pembayaran) dan lainnya. Mereka masih awam dengan hal-hal itu,” kata Kabid Pemberdayaan Kelembagaan dan Partisipasi Masyarakat Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dispermasdes) Karanganyar, Hendro Pranoto, Selasa (5/11).

Dalam agenda Sosialisasi Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun Anggaran 2020 dan Pengelolaan Keuangan Desa Bagi Kepala Desa di BKK Tasikmadu, ia menekankan pentingnya kades memahami mekanisme pengelolaan laporan keuangan. Sosialisasi itu diikuti 79 kades asal 16 kecamatan. Hendro mengatakan para kades yang belum setahun menjabat itu, masih dipandu sekretaris desa dan para perangkat desa dalam mengelola keuangan.

“Kades yang sudah lama menjabat, dirasa relatif sudah mahir. Mereka juga pernah mengikuti bimbingan teknis seperti ini,” katanya.

Bintek tersebut diharapkan membekali kades agar lebih baik mengelola APBDes, membuat kebijakan tentang aset desa, belanja dari sumber keuangan desa dan sebagainya. Ditekankan pula pembentukan BUMDes melalui inovasi dan teknologi. Hendro mengatakan, sudah banyak desa merintis BUMDes namun seakan jalan di tempat. Dispermasdes menawarkan ruang berkonsultasi bagi pemerintah desa.

“Jika ada kesulitan, dapat berkonsultasi ke dinas. Namun, kami juga menyediakan pendamping desa. Ada dua sampai tiga personel tiap kecamatan. Manfaatkan pendamping itu dulu,” katanya. (Tim)

Editor : Awi

Kont : FL-Jk

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *