Bupati Ngamuk, Kasus Asusila Bisa di Rembug Kekeluargaan

FOKUSLINTAS.com – Bupati Wonogiri Joko ‘Jekek’ Sutopo mengaku marah ketika mendapat informasi adanya kasus asusila terhadap anak di bawah umur yang diselesaikan secara kekeluargaan di wilayah Kecamatan Nguntoronadi. Amarahnya semakin menjadi ketika mendengar, bahwa pelakunya hanya disuruh membayar Rp 7,5 juta kepada korban.

“Saya sempat betul-betul marah di Nguntoronadi. Pelakunya cuma disuruh membayar Rp 7,5 juta. Nanti perekembangan mentalnya (korban) mau jadi seperti apa?,” katanya, baru-baru ini.

Cara penyelesaian kasus yang dimediasi oleh pemerintah desa dan kecamatan itu menurutnya di luar akal sehat. Terlebih, pelakunya diduga mencapai enam orang. “Saya tanya ke mereka. Kalau anak perempuannya dibegitukan mau tidak? Dibayar Rp 50 juta mau tidak? <I>Tak undakke<P> (Saya naikkan) Rp 200 juta mau tidak? Ternyata diam semua,” ujarnya.

Oleh karenanya, dia meminta kasus itu diselesaikan secara hukum. Apalagi, anak tersebut berasal dari keluarga tidak mampu.

Terpisah, Kasatreskrim Polres Wonogiri AKP Purbo Adjar Waskito mengatakan, korban masih berusia 17 tahun dan berstatus sebagai pelajar di sebuah SMK. Korban kini hamil enam bulan.

Pihaknya telah memeriksa seorang tersangka berinisial Syn (39) warga Kecamatan Nguntoronadi. Pemeriksaan itu akan dikembangkan untuk mencari kemungkinan adanya pelaku lainnya. Pelaku dijerat dengan pasal 81 Undang-undang no 17/2016 tentang perlindungan anak.

Dari keterangan tersangka, dia semula mendapat informasi dari orang lain, bahwa perempuan tersebut bisa dibawa atau dibeli. Pelaku kemudian menjanjikan sejumlah uang kepada korban. “Kemudian terjadi obrolan dan transaksi (antara pelaku dan korban). Menurut pengakuan tersangka, sudah dua kali,” kata Kasatreskrim.

Dia mengungkapkan, pelaku dan korban masih bertetangga. Adapun korban membantah telah menjajakan diri. “Korban tidak terlalu banyak bicara atau kurang terbuka. Kami memberi pendampingan dengan psikolog. Kami butuh keterangan sebanyak-banyaknya dari korban,” imbuhnya.

Kapolres Wonogiri AKBP Uri Nartanti Istiwidayati mengatakan pihaknya berkomintmen mencegah dan menanggulangi kekerasan terhadap perempuan dan anak. “Kami siap menangulangi dan menegakkan hukum dalam kasus kekerasan terhadap perempuan dana anak. Penegakan hukum untuk memberikan efek jera,” katanya.

Dia juga menerangkan, penegakan hukum diperlukan untuk mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang. “Masyarakat terkadang tidak paham, dikira mencampuri urusan pribadi,” katanya. (Sam-FL)

Editor : Awi

Kont : Tim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *