Danrem 071/Wijayakusuma Hadiri Peringatan Hari Pahlawan dan Tasyakuran Harlah Habib Luthfi

FOKUSLINTAS.com – Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, tiap tanggal 10 November, ulama kharismatik dari Kota Pekalongan yang juga Rais Aam Jam’iyah Ahlith Thariqah Al Mutabaroh An Nahdliyah (JATMAN), Maulana Habib Luthfi bin Ali bin Yahya menggelar Peringatan Hari Pahlawan di kediamannya, Jalan Dr Wahidin, Noyontaan Gang 7, Pekalongan Timur, Kota Pekalongan.

Peringatan Hari Pahlawan ini sekaligus dibarengi dengan tasyakuran hari lahir Habib Luthfi, yang juga bertepatan dengan 10 November. Demikian pula yang dilaksanakan pada Selasa (10/11/2019) malam, Habib Luthfi menggelar Peringatan Hari Pahlawan tahun 2019 serta tasyakuran ultahnya yang ke-72.

Peringatan Hari Pahlawan dan tasyakuran ultah ke-72 Habib Luthfi ini berlangsung meriah dan khidmat. Ratusan tamu undangan hadir. Diantaranya, Danrem 071/Wijayakusuma Kolonel Kav Dani Wardhana, S.Sos., M.M., M.Han., mewakili Pangdam IV/Diponegoro, Kolonel Inf Adrian (Akmil Magelang), Kolonel Inf Aliyatin Mahmudi (Danbrigiv 4/Dewa Ratna), H. Saelany Mahfud. SE (Walikota Pekalongan) beserta Forkopimda Kota Pekalongan, H Asip Kholbihi (Bupati Kab.Pekalongan) beserta Forkopimda Pekalongan, Letkol Mar.Ridwan Azis M.Tr.Hanla.,CHRMP (Danlanal Tegal), Balgis Diab, SE, S. Ag, MM (Ketua DPRD Kota Pekalongan), Kolonel Purn Abdullah (Ketua Pengurus Jatman Pusat Jakarta), Drs.A.Marzuki ( Kepala FKUB Kota Pekalongan), Para Tokoh Agama Kota Pekalongan serta Para Tamu Undangan lainnya.

Wakil Walikota Pekalongan, H. Afzan Arslan Junaid, S.E., dalam sambutannya menyampaikan, peringatan Hari Pahlawan untuk mengenang jasa para pahlawan pendahulu yang sudah begitu heroik memperjuangkan bangsa ini pada tanggal 10 November puncaknya di Surabaya tetapi alhamdulillah juga Kota Pekalongan bangga punya pahlawan masa kini dari bidangnya masing-masing dan Abah Lutfi bisa dikatakan bisa mewakili hampir dari semua bidang. Baik itu keagamaan, kerukunan, pembangunan, semuanya menguasai pendidikan, ketahanan keilmuan, dan sudah tidak bisa diragukan lagi. “Alhamdulillah, dengan adanya Habib Luthfi, Kota Pekalongan melalui forum kerukunan umat beragama, juga berjalan harmonis dan Sinergi hingga saat ini, semuanya rukun aman tentram”, terangnya.

Dia berharap, ke depan Kota Pekalongan, kota damai kota yang religius berbudaya. Diungkapkan, Habib Luthfi, inspiratornya. Bagaimana Habib Luthfi selalu mengedepankan kebudayaan dan kearifan loka serta cinta budaya bangsa sendiri, cinta tanah air.

“Kota Pekalongan bangga mempunyai tokoh sosok Pahlawan masa kini yang ada di diri Habib Luthfi, Kota Pekalongan juga bangga dengan adanya sinergitas berbagai kerukunan umat beragama Pekalongan juga bangga dengan kedatangan tokoh-tokoh penting yang sudah ada di Kota Pekalongan. Kita doakan bersama Maulana Habib Luthfi bin Ali bin Yahya Sehat terus bisa berbuat untuk Kota Pekalongan, untuk Jawa Tengah, untuk Indonesia, untuk dunia terus”, ungkapnya.

Kolonel Purn Abdullah (Ketua Pengurus Jatman Pusat Jakarta, menyampaikan, bagaimana masyarakat mencintai tanah airnya, Habib Luthfi selalu mengajak masyarakat dan rakyat dapat menjaga keutuhan NKRI ini dan itu bukan basa-basi bahkan di tengah-tengahnya menyeru tentang kebaikan ada riak riak yang selalu menghambatnya di dalam berdakwah dan berjuang tapi semua itu dapat kita saksikan bersama beliau tetap eksis.

“Dalam mengajak kepada kebaikan ini untuk lebih banyak bergerak dan berdakwah di tengah-tengah masyarakat itu semua itu kalian lakukan karena beliau tidak menginginkan negeri ini seperti negara-negara di Timur Tengah pada umumnya negara-negara Timur Tengah hancur beberapa negara Timur Tengah itu bukan menjadi hal-hal yang pokok. Bahkan kita sering mendengar ada beberapa negara yang mengatakan kalau ingin menghancurkan Indonesia tidak perlu dengan senjata”, ungkapnya.

Sementara itu, Maulana Habib Muhammad Lutfi Bin Ali Bin Yahya, menyampaikan, bahwa malam hari ini kita bisa duduk bersama dan kita berdiri bersama tidak lain ingin menunjukkan inilah dari bentuk yang kecil hanya beberapa yang ada dari kita, tapi maknanya Indonesia.

Tanggal 10 November diperingati sebagai Hari Pahlawan. Dirinya yang kebetulan lahir pada tanggal 10 November hanyalah ‘numpang’. Karenanya, bertepatan dengan momen Hari Pahlawan itu, Habib Luhtfi mengajak agar seluruh generasi penerus bangsa untuk meneruskan perjuangan para pahlawan.

“Jadilah generasi penerus bangsa yang tidak memalukan para pahlawan kita. Pembangunan masih panjang, terus berlanjut, mari kita isi kemerdekaan dengan sebaik-baiknya. Jangan kecewakan para pahlawan,” imbuhnya. (Memet)

Editor ; Awi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *