Kasus Malpraktek, Ini Yang di Bahas IDI Solo

FOKUSLINTAS.com — Dugaan malapraktek yang menimpa Kastur (65) warga RT05/ RW02 Desa Malangjiwan, Kecamatan Colomadu, Karanganyar pernah dibahas di kalangan internal Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Pembahasan ini dilaksanakan beberapa bulan lalu.

“Sempat menjadi bahasan di kalangan internal kita,” terang Ketua IDI Kota Solo, Adji Suwandono saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (22/11) siang.

Dari pembahasan internal yang dilaksanakan, kata Adji, dugaan malpraktek tidak ditemukan. Masalah ini timbul, lebih kearah miskomunikasi antar pasien dan dokter yang menangani. Bahkan pada saat pembahasan itu dilaksanakan, tidak ditemukan adanya kesalahan dalam penanganan penyakitnya. Saat diklarifikasikan ke pengurus Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami) jawabannya juga sama.

“Semua prosedur sudah dilaksanakan dengan baik, termasuk juga proses rujukan ke RS lain yang bisa menangani kasus komplikasi medis tersebut,” jelas Adji.

Intinya, lanjut Adji, Kastur mengalami kebutaan bukan karena dugaan malpraktek. Namun akibat penyakit komplikasi.

“Sesuai dengan indikasi medisnya seperti itu. Kemudian ada fakta bahwa dari RS mata dirujuk ke RSUP Karyadi, Semarang. Hal tersebut sudah sesuai dengan prosedur dan aturan legal yang berlaku,” kata Adji.

Disinggung mengenai uang yang telah diberikan oleh RS Mata Solo terhadap Kastur, Adji mengaku, kedepan akan menjadi evaluasi bersama. Ini supaya, tidak terjadi lagi hal serupa di waktu yang akan datang, sebab sebaiknya langkah pertanggungjawaban dan rasa tepa seliro kepada pasien cukup dengan pembebasan  biaya perawatan atau hal lainnya yang berkaitan dengan permasalahan medisnya.

“Jadi bukan uang tunai diberikan pada pasien. Dampaknya apa kalau diberi uang tunai? Ya malah digunakan untuk keperluan lainnya diluar masalah medisnya,” katanya.

Seperti diketahui, pedagang soto Semarang bernama Kastur (65) menggugat secara perdata dan pidana RS Mata Kota Solo. Ini dilakukan setelah dirinya buta usai menjalani operasi tahun 2017 silam.

Pihak RS Mata telah memberikan tali asih berupa uang Rp 70 juta untuk biaya pengobatan Katsur. Namun, uang tersebut dinilai tidak cukup hingga akhirnya Katsur menempuh jalur hukum.(Tim/Fl)

Editor : Awi

Kont: Fokuslintas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *