Korupsi Kasda, Mantan Bupati Sragen Tak Ajukan Banding

FOKUSLINTAS.com — Perkara korupsi kasda yang menjerat mantan Bupati Sragen, Agus Fatchur Rahman dinyatakan inkrah. Keputusan ini menyusul setelah kuasa hukum dan jaksa yang sama-sama tidak melakukan upaya hukum lain.

Agus divonis satu tahun penjara dan denda Rp 50 Juta subsider 3 bulan dan tidak mengembalikan kerugian negara.

“Kami sama-sama tidak melakukan upaya hukum. Kami menerima putusan itu,” kata Kasi Pidsus Agung Riyadi, mewakili Kajari Sragen, Syarief Sulaeman, Kamis (28/11).

Agung Riyadi mengungkapkan jaksa memutuskan menerima dan tak melakukan upaya banding atas vonis hakim. Menurutnya, sikap itu diambil lantaran putusan satu tahun dianggap sudah sesuai SOP dan memenuhi rasa keadilan.

Kuasa hukum Agus, Zam Zam Wathoni menyampaikan kliennya memutuskan menerima vonis sekalipun dirasa berat dan belum memenuhi rasa keadilan.

“Kami menerima, sekalipun hukuman 1 tahun masih terasa berat untuk klien kami. Karena sejak awal klien kami bukan sebagai peserta dalam delik penyertaan kasusnya korupsi Kasda terpidana Untung Wiyono,” paparnya.

Dia menyampaikan pasrah menerima putusan mengingat prosedur dan penegakaan hukum kasus Kasda itu sendiri dirasa sangat panjang dan bertele-tele. Sehingga justru dapat menimbulkan ketidakpastian dalam penegakan hukum itu sendiri.

Dia juga menilai, vonis satu tahun itu belum mencerminkan hukum sebagai panglima. Kliennya tidak mengajukan banding mengingat faktanya, prosedur hukum juga tidak mengakomodir hasil pembuktian.

Agung menambahkan dengan sudah sama-sama menerima, maka putusan itu sudah inkrah. Kini tinggal menunggu petikan putusan dari PN Tipikor untuk kemudian dilakukan eksekusi putusan.

“Waktunya berapa lama, ya kami menunggu,” ujarnya.(Tim)

Editor : Awi

Kont : Wid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *