Tewasnya Siswa PSHT di Gemolong, Polisi Masih Terus Melakukan Pengembangan

FOKUSLINTAS.com — Polres Sragen terus menyelidiki kasus tewasnya MA (13), siswa Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT), warga Desa Saren, Kecamatan Kalijambe.

MA tewas setelah mendapat tendangan dari FAS (16), pelatihnya, yang saat ini sudah ditetapkan sebagai tersangka.

“Awalnya antara pelaku dengan korban sama-sama melakukan latihan. Kemudian setelah istirahat kemudian pelaku dan korban malakukan latihan fisik saat latihan di wilayah Gemolong. Sekitar pukul 21.30 WIB, pelaku melakukan tendangan terhadap korban A dengan sasaran ke arah perut. Kemudian koran mengalami muntah-muntah. Mungkin waktu itu korban belum siap atau apa melakukan latihan fisik. Korban ditendang dengan kaki kiri kemudian nggeblak,” papar Kasat Reskrim Polres Sragen AKP Supardi mewakili Kapolres AKBP Yimmy Kurniawan, saat jumpa pers di Mapolres Sragen, Senin (2/12).

Mengetahui korban jatuh kemudian sempat dilakukan pertolongan dengan dibawa ke bidan terdekat. Namun sayang nyawanya tidak tertolong.

Pihaknya masih menyelidiki kasus tersebut. Kasus ini juga sempat mendapat perhatian dari Komnas Perlindungan Anak.

Beberapa waktu lalu sempat terjadi miss komunikasi antara Komnas dan Polres Sragen. Di mana pihak Komnas ingin bertemu dengan pelaku, FAS, tapi saat itu tidak bisa bertemu.

“Itu hanya miss komunikasi saja, belum bisa bertemu dengan pelaku. Kita sama-sama melaksanakan  kegiatan ini untuk proses anak di bawah umur,” kata AKP Supardi.

Saat ini kasus tersebut masih dalam penanganan polisi. Pihaknya menyita batang bukti berupa pakaian korban dan pelaku yang digunakan pada saat pelatihan. (Tim)

Editor : Awi

Kont : tim Fokus

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *