Geger…Warga Gilirejo Baru Miri Sragen Menolak Cor Beton Yang Asal-asalan

 

SRAGEN – Warga Gilirejo Baru kec Miri kab Sragen menolak pembangunan jalan beton di daerahnya, terkait karena pembangunan tidak didasari koral, justru cuma didasari tanah lempung. Kekecewaan semua itu membuat gerah beberapa elemen dan warga masyarakat.

Pantauan fokuslintas.com dilokasi ( 10/10), Pembangunan jalan beton selama ini didesa gilirejo baru dinilai tidak Sesuai Spek, Pengerjaannya juga diduga tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang sudah ditentukan.

Sementara itu, Selain jalan yang cepat rusak, jalan beton juga dianggap membahayakan pengguna jalan karena dasar beton menggunakan tanah lempung tanpa koral, Lebar jalan yang lama 3 meter menjadi 4,5 meter artinya kanan-kiri 1,5 diuruk mengunakan tanah lempung dan jalan yang lama sudah diratakan sebagai dasar beton, Uruk Tanah mengeluarkan debu berterbangan dan mengotori rumah penduduk.

Menurut Kepala Desa Hartono, Warga yang terdiri dari tokoh masyarakat dan pemuda tetap saja menolak karena sudah tidak percaya dengan pembangunan jalan beton yang dinilai akan cepat rusak. Mereka juga mengeluh melihat Proyek yang asal-asalan didesa gilirejo baru tersebut.

“Tokoh-tokoh masyarakat dan Pemuda, besok akan melakukan Demo dialokasi Proyek, Rabu 10/10/2018. Biar semua keluhan ini bisa transparan kita aspirasikan sebuah pengaduan penolakan kami serta agar ada keterangan.” tukas Kades Hartono saat di temui wartawan Fokus Lintas.

Kemudian Marijo Kepala Dinas PU Kab Sragen saat dihubungi Tim Fokuslintas.com memberikan keterangan, ” Bahwa Cor beton jalan di Desa Gilirejo Baru speknya memang tidak pakai cor dasaran, jadi langsung cor paksi tulangan.” ungkapnya.

Di lain sisi pula, Wabup Dedy Hendriyatno ketika dikonfirmasi fokuslintas.com juga menegaskan “Benar itu… kalau cara pengerjaan seperti itu jadi cepat hancur lagi seperti yang dulu-dulu, masyarakat harus belajar pula, terkait lihat spek pekerjaannya dan lainnya.”tuturnya.

Ungkapan yang sama juga disampaikan oleh tokoh masyarakat, Bandi juga menyampaikan kalau Proyek seperti ini diteruskan kita semua yang akan rugi karena belum tentu lima tahun dapat proyek didesa.


Peningkatan jalan Tanjungsari Sumberjo di Desa Gilirejo baru memakan biaya Rp4,436,688,000,00, menggunakan dana APBN Kementerian Pekerjaan Umum melalui Dinas Pekerjaan Umum Kab Sragen Jawa Tengah. Jalan yang akan dibangun mencapai panjang 1930 meter lebar 4,5 dengan ketebalan, Warga Berharap Proyek didesa Gilirejo Baru sesuai RAB.

Sampai berita ini ditulis keadaan masih ricuh dan banyak kegeraman masyarakat, sementara tokoh pemuda dan tokoh masyarakat (karno) juga akan mengerahkan pemuda setempat untuk mendemo nantinya agar segera ada ketegasan dan tindak lanjut kepemerintahan terkait pembangunan jalan proyek tersebut. ( Warsito )

 

 

 

Editor : Awi

Tim Fokus

2 tanggapan untuk “Geger…Warga Gilirejo Baru Miri Sragen Menolak Cor Beton Yang Asal-asalan

  • Oktober 10, 2018 pada 3:24 pm
    Permalink

    Saya asli warga gilirejo baru miri kab. Sragen, sekian lamanya pembangunan infrastruktur jalan didesa ini tidak pernah ada kemajuan mungkin sejak era presiden pak soeharto sampai pak jokowi saat ini, saya mengalami betapa susah dan sangat berbahaya jalan yang rusak parah, apalagi kalau memasuki musim penghujan.
    Bisa saya katakan sekian lamanya pembangunan desa Gilirejo Baru ini tidak ada kemajuan terutama jalan, Dulu jalan di desa kami pernah ada pengecoran namun mungkin hanya bisa bertahan kurang lebih 6 bulanan setelah itu permukaan jalan tersebut kembali mengelupas hancur retak-retak, batu kerikil bergerak dan bekas corannya sangat tajam, sangat membahayakan pengguna jalan, termasuk saya sendiri pernah terjatuh saat mengendarai motor karena roda motor saya menginjak batu kerikil yang bergerak. Sebenarnya masih banyak yang ingin saya tulis di kolom komentar ini, namun saya hanya bisa mengharap pemkab sragen terutama dinas terkait, sudilah kiranya melaksanakan program pembangunan di Desa kami Gilirejo Baru, sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) dan ketentuan yang berlaku. Terutama melakukan kontrol pengawasan yang ketat proses pengerjaan ke pihak pelaksana proyek. Agar nantinya pembagunan jalan tersebut hasil dan tepat guna sesuai harapan masyarakat di sana. Mohon maaf sekian terimakasih.

    • November 8, 2018 pada 11:40 am
      Permalink

      Siap kita bantu jg monitor

Komentar ditutup.

Related Post