Soal Pilbup Sragen, Duet Antara Yuni-Dedy Makin Menguat

FOKUSLINTAS.com – Duet Yuni-Dedy untuk kembali maju di Pilbub Sragen 2020 semakin menguat. Hal ini menyusul lampu hijau yang diklaim telah diberikan oleh DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) untuk kembali berkoalisi dengan PDIP yang kemungkinan besar bakal mengusung Yuni.

Wakil Bupati (Wabup) Sragen yang juga kader PKS, Dedy Endriyatno Senin (2/12) mengatakan, rencana kembali maju bersama Mbak Yuni (Kusdinar Untung Yuni Sukowati) di Pilbup Sragen sudah mendapat restu dari para pimpinan partai di tingkat pusat yakni Wakil Ketua Majelis Syuro PKS, Hidayat Nur Wahid dan Presiden PKS Sohibul Iman.

“Kami sudah bertemu dengan Sohibul Iman dan Hidayat Nurwahid dan petinggi DPP PKS. Tidak ada halangan koalisi dengan siapapun, terutama di daerah. DPP PKS menyerahkan kebijakan lokal di tingkatan masing-masing daerah,” ujar Dedy.

Politikus PKS itu menguraikan, peta dan kondisi politik Sragen tentu berbeda dengan pusat dan daerah lain. Menurut Dedy, keberagaman di tingkat lokal ini sangat dipahami DPP PKS. Bahkan ia menyebut DPP PKS akan memberikan dukungan sepenuhnya.

“DPP PKS juga melakukan komunikasi intensif dengan DPP PDIP. Hal ini juga dilakukan di tingkat Provinsi dan tingkat Kabupaten,” jelasnya.

Dedy juga menegaskan tidak ada syarat apapun dalam membangun koalisi. Menurutnya yang terpenting adalah komunikasi di tingkat bawah. DPP melihat kans menang besar jika mengusung Yuni-Dedy dengan berbagai pertimbangan dan survei tentunya.

Soal tanggapan para kader, Dedy menilai kader PKS unik dan pasti menerima keputusan partai. Menurutnya, karakter kader PKS selama ini jika di tingkat pusat A maka sampai ke bawah juga A.

“Jika ada riya’ satu atau dua itu wajar. Namun secara umum ketika pimpinan sampai bawah satu suara,” tandasnya.

Hal itu berbeda dengan simpatisan PKS. Pihaknya menilai simpatisan yang perlu disosialisasi dan dipahamkan lagi. Ini perlu melakukan pendekatan agar mereka bisa memahami.

“Kader dan simpatisan PKS saat ini lebih cerdas dan dewasa secara politik dan bisa diberi pemahaman,” bebernya.

Menghadapi pilbup mendatang, lanjutnya, PKS tidak sekedar berpangku tangan. Dari internal partai ada survei untuk melihat kondisi kekuatan. Saat ini suara yang berkembang di PKS masih pada Yuni-Dedy. Kalau pun ada satu dua yang berbeda, menurutnya hal itu sebagai sesuatu yang wajar.

“Logika politiknya mengangkat Yuni-Dedy lebih mudah daripada membentuk pasangan baru,” tambahnya. (Sam/Kj)

Editor : Awi

Kont : tim FL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *