FOKUSLINTAS.com – Sekitar tahun 2018 lalu, sebuah kisah ditulis oleh pengguna Facebook bernama Nita. Tulisannya telah mendapat lebih dari 100 ribu like, 200 ribu share dan puluhan ribu komentar. Tulisan tersebut simple, mengajak para suami tidak protes dan marah-marah saat istri tidak berdandan cantik dan menawan. Kisah ini sudah dibagikan dan ditulis ulang oleh banyak akun, salah satunya bisa kamu baca di sini.

Singkatnya, si suami kadangkala hanya membiarkan istri di rumah –dengan harapan sang istri mengurus anak dan rumah—namun, saat sang suami pulang istri kadang masih ngeluh. Ngeluh di sini karena capek ya. Padahal dalam pandangan si suami, di rumah mah kan enggak ngapa-ngapain. Nah, buat para suami yang masih berpikiran seperti ini, yuk, pahami bersama lelahnya istri.

Menyiapkan makanan dan memasak

Perihal memasak ini, istri biasanya bangun subuh untuk membuatkan makanan untuk suami dan anak-anaknya. Makanan yang nanti juga dijadikan bekal ke kantor atau ke sekolah.

Memasak ini enggak hanya satu kali loh, sore hari, sebelum suami pulang, istri juga harus memikirkan ide masakan apa yang bisa membuat suaminya senang. Belum lagi, masakan yang dihasilkan belum tentu sesuai dengan harapan, kalau ternyata diprotes karena terlalu asin, gosong, atau hambar, misalnya, maka istri harus memastikan dirinya memasak dengan baik.

Mencuci pakaian suami dan anak

Mencuci baju [sumber gambar]

Mungkin ada suami yang mau mencuci pakaiannya sendiri. Namun, berapa banyak pula yang menyerahkan urusan itu pada istrinya. Pakaian yang dicuci ini bukan hanya milik suami saja loh, tetapi pakaian anak juga. Setelah mencuci, menjemur, pasti ada acara melipat dan menyetrika. Serangkaian hal ini kalau semua dilakukan dalam sehari, pasti akan capek.

Mencuci piring dan memastikan rumah bersih

Kebanyakan istri yang tidak bekerja (dan diminta oleh suaminya memang tak bekerja), mereka akan beres-beres rumah (nyapu ngepel) dan juga mencuci piring. Ya, kalau dalam satu keluarga itu makannya hanya sekali sehari sih mungkin jumlah piring kotor enggak akan banyak ya, tapi kalau sehari tiga kali? Bayangkan saja deh, belum wajan dan kawan-kawannya.

Mengurus anak dan memastikan mereka aman

Istri yang tidak bekerja pasti menjaga dan mengasuh anak. Masalahnya, urusan ini tidaklah sesimple seperti yang ada di dalam pikiran kita semua. Yang namanya anak kecil, pasti banyak rasa ingin tau, aktif, dan ingin melakukan banyak hal. Mulai dari bermain air, main tanah dan lumpur, naik ke atas meja, kursi, bermain pisau, sampai mengacak-acak dan mengeluarkan isi lemari. Ditambah lagi, membongkar kamar ayah-ibu dengan segala pernak-perniknya. Para emak-emak pasti pusing tuh. 

Menjadi ibu itu sudah urusan yang enggak mudah, belum lagi menjadi ibu rumah tangga. Maka dari itu, para suami mungkin bisa lebih memaklumi dan mengerti bila istri tidak selalu bisa berdandan cantik, kalau masakannya tak sesempurna yang kamu inginkan, atau jika mungkin ai mengeluh capek. Kalau masih protes, coba deh sehari saja tukar posisi dengan istri-istrimu, biar tau rasanya. (Bmb-Ari) **