Korupsi Proyek RSUD, Mantan Direktur Resmi Mendekam di Tahan Kejari

 

FOKUSLINTAS.com – Mantan Direktur RSUD dr Soehadi Prijonegoro Sragen, Djoko Sugeng resmi ditahan Kejaksaan Negeri (Kejari) Sragen, pekan lalu.

Selain itu Nanang Yulianto sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) juga resmi ditahan.

Dalam pemeriksaan yang berlangsung hampir lima jam itu, ada 40 pertanyaan yang diajukan pada kedua tersangka.

Kajari Sragen, Syarief Sulaeman Nahdi menyampaikan, mereka menjadi Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dugaan korupsi mark up anggaran pembuatan ruang operasi.

Syarief menyampaikan, selain dua tersangka tersebut ada satu yang baru.

Yakni inisial RW yang berperan dari pihak swasta, namun tidak memenuhi panggilan Kejari.

”Hari ini RW kami juga panggil, namun tidak hadir. Nanti kami akan panggil lagi,” kata Syarief seusai melakukan pemeriksaan, pekan lalu.

Ketiga tersangka ini terjerat kasus korupsi ruang operasi yang dianggarkan senilai Rp 8 miliar.

Syarief menyampaikan kerugian negara dalam kasus ini yakni Rp 2,017 miliar.

“Kerugian mencapai Rp 2,017 miliar. Namun perinciannya akan disampaikan pada saat di pengadilan.”

“Saat ini kami mengamankan sejumlah dokumen sebagai barang bukti,” lanjut Syarief.

Setelah pemeriksaan pertama ini, pihaknya melakukan penahanan pada hari ini hingga 19 hari ke depan.

Sementara keduanya ditahan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sragen.

Syarief juga tidak memungkiri jika ada bukti baru bisa saja menetapkan tersangka lainnya.

Namun sementara baru tiga orang tersangka yang sudah ditetapkan.

Dia menjelaskan, kedua tersangka ditetapkan pada akhir 2019.

Kendati demikian belum diberlakukan penahanan pada kedua tersangka karena belum dilakukan pemeriksaan.

Perlu diketahui ketiga tersangka menyelewengkan proyek Pengadaan Sentral OK atau Room Operation System 2016 lalu.

Proyek tersebut dianggarkan Rp 8 miliar dari Bantuan Keuangan (Bankeu) Provinsi Jawa Tengah.

Syarief menambahkan, modusnya berbeda dengan sejumlah kasus korupsi pada umumnya.

Dia menjelaskan, ada pengkondisian harga.

“Soal volume dan spek barang sebenarnya tidak bermasalah masih dipakai hingga sekarang.”

“Namun ada pengkondisian dalam permainan harga dan dugaan memperkaya diri sendiri atau orang lain,” pungkasnya. (Tri-bgs)**

 

Tim FL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *