OPINI : Bersikap Bijak Tak Terlalu Peduli Apa Kata Orang

Foto: dok (fokuslintas.com)

 

FOKUSLINTAS.com – Mendengarkan omongan orang lain memang tak selamanya salah. Kadang ada ucapan yang akan membuat kita merasa termotivasi seolah membakar semangat jiwa.

Namun sayang seribu sayang, tak semua kata-kata yang keluar dari mulut orang lain tergolong baik. Kalau ada tuturan negatif yang kesannya menjatuhkan, bukan tindakan yang tepat untuk kita merasa kecil dan tidak ada apa-apanya di mata mereka.

Adanya sepatah dua patah kata yang bikin kita ngedown, sebaiknya gak kita telan mentah-mentah. Kita mesti seleksi mana yang baik dan yang tidak untuk diri kita sendiri. Dengan tips beberapa nasihat bijak berikut ini, niscaya semoga kita akan jadi pribadi bermental kuat dan berani melangkah maju buat jemput bahagia.

“Mari Berhenti gantungkan kebahagiaan di tangan orang lain, bahagialah dengan cara kita sendiri”

Kunci bahagia bisa diraih kalau saja kita memilih untuk berhenti terpengaruh ucapan orang lain. Hidup kita gak akan selalu dikelilingi orang-orang yang setuju dengan kita. Tak juga selamanya mereka membuat kita selalu merasa baik. Hari dimana kita merasa dunia kejam pada kita, itulah waktunya kita harus tetap bertahan.

Berhenti jadikan perkataan orang lain sebagai tolak ukur kebahagiaan. Kita patut untuk tetap bahagia bagaimanapun keadaannya, dengan cara kita sendiri.

“Orang lain akan jauh lebih menghargai kita kalau kita belajar hargai diri sendiri terlebih dahulu”

Ada beribu cara untuk kita menghargai diri. Rasa percaya pada diri sendiri dan berani mengambil sikap sesuai kata hati adalah sebagian kecil contohnya. Orang lain akan cenderung respect pada kita dan pikir dua kali untuk berbuat seenaknya, kalau saja kita berusaha menghargai diri kita sendiri terlebih dahulu.

Keep in your mind, guys. Kalau bukan kita yang memutuskan buat mulai perlakukan diri dengan lebih baik, siapa yang akan melakukannya?

“Tak semua orang akan menyukai kita, kabar baiknya: hal itu tak masalah”

Berkaca dari kenyataan, tentu akan ada beberapa orang yang tidak menyukai kita. Namun itu semua harusnya tidak jadi masalah. Adalah hak setiap orang untuk suka atau tidak, karena kadang hal tersebut bukan salah kita. Jangan bersedih hati, toh kita sudah cukup dewasa buat berpikir secara bijaksana.

Dengan adanya segelintir orang yang tidak suka dengan kita bukan berarti seluruh dunia membenci kita. Tumbuhkan rasa yakin bahwa masih ada mereka yang menganggap kita berharga. Itu artinya, kita pun wajib perlakukan mereka secara baik pula.

“Beranikan diri untuk berkata ‘Tidak’, karena hidup tak melulu tentang kebahagiaan orang lain”

Seringnya, seseorang kerap mengiya-iyakan permintaan yang bahkan tidak ingin dilakukan. Alasan dibalik hal itu yakni karena takut kehilangan orang lain ketika menolak sesuatu yang diminta. Buat kita yang gemar setuju-setuju saja saat hati kita ingin menampik, ini saatnya kamu lebih berani bilang ‘Tidak’.

Sebuah kata sederhana itu terkadang membuat kita takut mengucapkannya. Padahal, kalau kita hidup berdasarkan hal yang ingin kita lakukan, kita akan jauh lebih bahagia.

“Sekalipun mau berubah, pastikan itu semua demi memperbaiki diri sendiri, bukan agar diterima orang lain”

Perasaan ingin diterima oleh orang lain adalah bibit masalah. Di luar sana, tak cuma satu dua orang yang rela melakukan apa saja hanya semata demi mendapat pengakuan. Boro-boro merasa senang, obsesi untuk divalidasi orang lain nantinya akan membuat kita terbebani.

Sebelum kita alami penderitaan, berubahlah dengan niat tulus kalau kita memang ingin memperbaiki diri sendiri. Buat apa merombak diri hanya demi orang lain? Kehilangan jati diri iya, untung pun tak akan didapat.

“Kendalikan pikiran sendiri, bukan kendalikan pikiran mereka yang omongannya selalu buat kita sakit hati”

Bagaimanapun caranya, kita tidak akan bisa coba mengendalikan pola pikir orang lain. Kalaupun kita berhasil, tentunya bakal bikin kita lelah bukan kepalang. Dibanding melakukan hal sia-sia, kendalikan pikiran kita sendiri pasti akan jauh lebih efektif dan menuai manfaat. Ubahlah fokus pada orang lain menjadi fokus pada diri sendiri. Dengan ubah mindset dan menggali potensi diri, niscaya kita akan jadi manusia yang lebih berguna.

Ada sederet hal yang bisa kita pedulikan, tapi menaruh perhatian pada omongan orang lain yang jelas-jelas bikin kamu ngedown bukanlah salah satunya.

“Tersenyum ketika bahagia dan menangis saat bersedih adalah bukti kita jujur pada diri sendiri”

Siapa pernah pura-pura bahagia? Kalau kita termasuk, berjanjilah ini kali terakhir kita menipu diri. Tidak mengekspresikan perasaan kita yang sesungguhnya bisa bikin tertekan lho. Jangan pernah takut kelihatan bersedih karena khawatir orang lain memberi cap ‘lemah’ pada kita.

Tindakan jujur baiknya tak hanya berlaku saat kita bersikap pada orang lain, namun mesti kita biasakan pada diri sendiri juga. Mulai sekarang, berdamailah dengan diri kita supaya merasa lebih plong.

Ingat kata pepatah bahwa hidup cuma sekali. Isi hari-hari kita dengan banyak tawa dan senyum manis. Sayang banget dong, kalau hidup didominasi dengan keterpurukan?

 

( Subanto-Handi )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *