Dalam Tahap Simulasi, Belajar Tatap Muka Sekolah di Klaten Belum Bergulir

Ketua II Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Klaten, Suharja. Source/Sorot

 

FOKUSLINTAS.com – SMA di Kabupaten Klaten masih belum boleh menerapkan pembelajaran tatap muka. Disisi lain, SMA N 2 Klaten yang ditunjuk sebagai sekolah perwakilan sedang menyiapkan simulasi untuk dipaparkan ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jawa Tengah.

Hal itu disampaikan Ketua II Musyawaraah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Klaten, Suharja. Pihaknya mengaku pembelajaran tatap muka masih simulasi tahap II. Dalam simulasi tahap II ini, setiap Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah mengirimkan satu sekolah.

“Sekolah percontohan simulasi yang menunjuk dari provinsi. Nah untuk di Klaten diserahkan ke SMA N 2 Klaten untuk simulasinya,” ujar dia, Rabu (30/09/2020).

Simulasi pembelajaran tatap muka butuh izin dari orang tua, Kades, Camat, Pamkab, hingga Gugus Tugas Pencegahan dan Pengendalian Covid-19. Simulasi pertama yakni pembuatan video kesiapan sekolah. Video itu kemudian akan dipaparkan ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah.

“Targetnya video dulu, nanti simulasinya seperti apa, kesiapan sekolahnya bagaimana mulai dari unsur kurikulum, sarpras, tenaga pendidikan, dan lainnya. Kalau sudah nanti baru dilakukan simulasi yang kedua,” imbuhnya.

Pihaknya mengaku dalam simulasi nanti setiap kelas diikuti 12-18 siswa, sedangkan jumlah total yang berangkat ke sekolah minimal 72 siswa dan maskimal 110 siswa. Sistem pembelajaran dibuat 2 sift, dalam sehari selama 4 jam. Setiap 1 mata pelajaran maksimal 30 menit tanpa ada istirahat.

“Simulasi itu pun nanti juga disesuaikan kondisi Covid-19 di setiap daerah, dan izin dari Gugus Tugas. Maka ini sedang dipersiapkan semuanya, termasuk bentuk tim Gugus Tugas di sekolah,” jelasnya.

Apabila simulasi sudah berjalan, kepastian dimulainya sekolah tatap muka ditentukan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah. Suharja mengaku jumlah total SMA di Klaten sebanyak 26 sekolah, terdiri dari 15 SMA negeri dan 11 SMA swasta.

“Semua sekolah belum ada yang belajar tatap muka. Semoga ini (simulasi) nanti bisa berjalan dengan baik dan lancar,” pungkasnya.* [Khisan]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *