OPINI: Ngelmu Iku Kelakone Kanthi Laku, Ora Tura Turu

 

FOKUSLINTAS.com – Ngelmu iku kelakone kanthi laku, lekase lawan kas, tegese kas nyantosani setyo budyo pangekese dur angkoro. Artinya ilmu itu bisa dipahami/ dikuasai harus dengan cara-cara pencapaiannya dengan cara kas, artinya kas berusaha keras memperkokoh karakter, kokohnya budi (karakter) akan menjauhkan diri dari watak angkara.

Berdasarkan makna tembang tersebut, laku adalah langkah atau cara mencapai karakter mulia bukan ilmu dalam arti ilmu pengetahuan semata, seperti yang banyak kita jumpai pada saat ini. Lembaga pendidikan lebih memfokuskan pengkajian ilmu pengetahuan dan mengesampingkan ajaran moral dan budi pekerti.

Menurut kepercayaan Jawa, untuk mendapatkan ngelmu, seseorang harus menggunakan rasa, batin, tirakat, bertapa, mengembara, mengurangi makan/tidur atau laku pribadi.

Upaya tersebut jelas berbeda dengan mencari ilmu yang harus duduk di bangku sekolah hingga perguruan tinggi.

Ngelmu juga hanya bisa dikuasai setelah dilakoni (dilaksanakan). Jadi, bukan sekadar dipelajari seperti matematika, melainkan harus dipraktikkan sebagaimana lelaku dan puasa serta tindakan, dalam arti diterapkan tanpa malas-malasan cuma banyak molor tidur kayak kebo.

Biasanya, ngelmu didahului dengan laku atau tapa brata, lalu perjalanan spiritual olah batin mencari tempat hawa energi murni, tidak sekedar enaknya saja cuma dirumah, halaman atau kamar saja. Ada bahasa celotehan (Kopimu kurang khentel lan pahit, dolanmu kurang adoh, sumurmu sing nduduk kurang jero).

Dan yang prinsipnya membersihkan jiwa dan raga menghindar sejenak dari segala nafsu duniawi. Misalnya, jangan suka berbohong, jangan menipu, jangan mengingkari janji, jangan sombong, jangan menghina orang, jauh makan enak, sikapi godaan anak dab istri dirumah (Awas jangan kayak Bang Tigor ya, mosok lotoy amat sama istri dirumah) beserta lain-lain.

Dalam menjalani lelaku tersebut diperlukan cari wawasan dan tempat sakral, bersih lalu meneng (fisiknya diam), hening (batin-rasa-pikiran yang bening), eling (sadar), dan awas (waspada). Semoga Bermanfaat

 

( Eka Awi )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *