OPINI: Benarkah Musuh Paling Berbahaya adalah Orang Terdekat?

Musuh Paling Berbahaya adalah Orang Terdekat. Foto: dok/fokuslintas.com

FOKUSLINTAS.com – Satu musuh terlalu banyak, seribu teman masih kurang mungkin itu cocok untuk prinsip hidup kita. Akan tetap sulit menjalani hidup untuk tidak pernah punya musuh walaupun dalam hati kecil kita tidak mau punya musuh. Pasti ada saja permusuhan dalam keluarga, teman dan tempat kerja. Tahukan anda jika musuh yang sangat berbahaya adalah orang terdekat kita. Bisa keluarga kita sendiri, teman kita sendiri, pacar kita, bahkan istri kita sendiri.

Mengapa musuh kita paling berbahaya adalah orang paling dekat dengan kita. Karena orang yang terdekat dengan kita yang paling banyak tahu kehidupan kita, rahasia kita, kelibihan kita bahkan kekurangan kita yang jarang diketahui oleh orang lain. Kita sering ngobrol dan curhat pada orang dekat kita.

Tanpa kita sadari membuat mereka tahu semuanya sampai sedetailnya. Tentang diri kita, keluarga kita dan kehidupan kita. Saat sedih dan senang dan yang menakutkan mereka tahu lemahnya kita apa. Bayangkan jika kita berselisih dengannya, semua rahasia kita akan diobral, lewat omongan dan media sosial. Hal itulah yang membuat mereka orang terdekat kita berubah menjadi musuh paling berbahaya bagi kita.

Tidak selamanya kita bisa menjadi hubungan kita dengan orang terdekat ini selalu harmonis. Contohnya dengan keluarga kita sendiri, kita masih sering tidak harmonis. Bahkan dengan istru kita sendiri sering bertengkar apalagi orang terdekat itu bukan keluarga kita. Pasti akan membuat semua aib kita jika ada perselisihan.

Hal-hal sepele biasanya membuat hubungan kita dengannya menjadi jauh, misalnya dengan teman kita, kita lupa mengajak ngopi saja sudah membuat marah lalu membuka aib kita. Apalagi orang terdekat kita adalah pacar dan kita putus, semua aib diobral dimana-mana dan membuat kita terjatuh. Lebih berhati-hatilah sahabat kompasiona denhan siapapun itu, jangan terlalu mudah menaruh kepercayaan. Apalagi kita sampai terbuka sepenuhnya dengan mereka. Ingat jika suatu saat tidak menjadi teman lagi walaupun kita sesungguhnya tidak berharap seperti itu.

Sudah banyak contoh yang sudah ada dari orang yang terdekat menjadi pembunuhnya sendiri. Baik dalam keluarga, istri, teman ataupun pacar. Misalnya lagi dengan istri atau suami kita terus kita cerai pasti akan diumbar kesalahan dan kelemahan kita, padahal sebelumnya adalah orang terdekat kita. Dari kejadian diatas dapat kita simpulkan bahwa musuh paling berbahaya kita adalah orang terdekat kita, maka kita harus tetap bisa menjaga diri kita agar tidak sepenuhnya terbuka.

Jika anda belum percaya dengan semua diatas, anda bisa resapi dan pahami lalu simpan dalam hati. Dan suatu saat nanti anda mengalami bisa kembali lagi dan berkomentar “anda benar mas”. Karena tidak mungkin kita akan selalu hidup rukun terus dengan siapapun itu. Kita harus pandai jaga jarak, jangan terlalu dekat dan jangan terlalu jauh.

 

( Eka Awi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *