UMK Solo Ternyata Hanya Naik Rp 48.810, Serikat Pekerja pun Kecewa

Serikat buruh Solo audiensi dengan Walikota FX Hadi Rudyatmo terkait UU Cipta Kerja, beberapa waktu lalu (dok/tim)

 

FOKUSLINTAS.com — Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengesahkan usulan kenaikan upah minimum (UMK) Solo 2021 sebesar Rp 2.013.810 atau naik Rp 48.810 (2,9 persen) dibanding UMK 2020. Kenaikan tersebut justru membuat kecewa serikat buruh di Solo karena tidak sesuai usulan.

“Kenaikan UMK hanya 2,9 persen tidak memuaskan kami. Usulan awal kami kenaikan mencapai 5,8 persen,” ujar Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Solo, Wahyu Rahadi, Senin (23/11).

Namun demikian, ia tidak bisa berbuat banyak karena keputusan akhir ada di tangan Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo dan disahkan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. Selain itu, kondisi pandemi Covid-19 membuat kenaikan UMK 2021 tidak signifikan.

“Kami akan mengevaluasi perihal persentase kenaikan upah yang kurang memuaskan ini. Apalagi Gubernur Jateng sendiri telah mengumumkan kenaikan upah maksimal yang bisa dilakukan adalah 3,27 persen,” kata dia.

Ia membandingkan UMK Solo ini jauh tertinggal dengan Karanganyar dengan angka Rp 2.054.000. Menurutnya, harus ada penambahan dari perkiraan inflasi tahun depan atau minimal dilakukan survei sesuai PP No 78 dalam menentukan besaran UMK ini.

“Pembicaraan kenaikan UMK mestinya dimulai sejak April, tetapi tahun ini karena pandemi pembicaraan baru dilakukan di akhir,” papar dia.

Ia berharap pemerintah bisa lebih detail dalam melihat perbedaan upah di Jateng supaya kesejahteraan pekerja bisa merata. Dalam penentuan UMK antar kabupaten/kota satu dengan lainnya harusnya angka kenaikannya tidak terlalu jauh.* (Tim-Dwi)

 

Editor: Adm

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *