Terkait Kelangkaan Pupuk, Begini Jawaban Dinas Pertanian Wonogiri

Ilustrasi (ist)

 

FOKUSLINTAS.com — Dinas Pertanian dan Pangan Wonogiri mengklaim untuk saat ini ketersediaan pupuk di Wonogiri masih ada. “Untuk stok pupuk masih ada. Bulan November, Wonogiri mendapat tambahan kuota pupuk,” ungkap Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Wonogiri, Safuan, Rabu (25/11).

Dijelaskan, secara kelembagaan Dinas Pertanian bertugas melakukan perencanaan dan pengadaan. Jika ada kekurangan, Dinas Pertanian yang mencarikan. Namun terkait distribusi menjadi wewenang Dinas KUKM dan Perindag.

Menurut dia, adanya kelangkaan pupuk di masyarakat, bisa disebabkan oleh beberapa hal. Ia menyebut bisa kemungkinan pada proses distribusi atau penyalurannya. Bahkan bisa disebabkan dalam proses penyaluran yang terlambatnya dan juga ada permasalahan lain.

Safuan mengatakan, kuota pupuk yang diterima petani tidak sama dengan pengajuan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK). Misalnya, pada tahun ini pengajuan pada RDKK pupuk urea sebanyak 35.000 ton. Namun kenyataan di lapangan, yang diterima atau turun hanya 24.500 ton.

Apabila di suatu kecamatan masih terjadi kekurangan pupuk, lanjut dia, maka sistem realokasi antar kecamatan akan dilakukan. Agar pupuk di setiap kecamatan bisa mencukupi.

“Tugas kami memastikan ketersediaan pupuk tetap ada. Dan berdasarkan data yang kami miliki kuota pupuk masih ada. Kalau semisal di suatu kecamatan masih terjadi kekurangan pupuk, maka sistem realokasi antar kecamatan akan dilakukan. Supaya kebutuhan dikecamatan itu bisa mencukupi,” bebernya.

Safuan menyatakan, di Jawa Tengah kuota pupuk mengalami pengurangan. Sementara di Wonogiri, kuota pupuk yang berkurang adalah jenis SP36 dan ZA.

Pihaknya juga mengaku belum lama ini sudah berkoordinasi dengan produsen pupuk.

Di Wonogiri, pupuk urea yang telah disalurkan sebanyak 21.839 ton, masih ada sisa 2.661 ton. Pupuk NPK sudah disalurkan 19.812 ton, masih ada sisa 1.730 ton. Pupuk SP36 sudah tersalurkan 3.950 ton, masih ada sisa 475 ton. Sedangkan untuk pupuk ZA sudah tersalurkan 4.204 ton, masih ada sisa 514 ton. Pupuk organik sudah disalurkan 5.210, masih ada sisa 1.390 ton.

“Alokasi pupuk saat ini masih, belum diserap semua. Jika kuota sudah akan habis, kami berusaha mencarikan atau mengajukan penambahan,” katanya.

Ditambahkan, Wonogiri sebelumnya memiliki kuota pupuk sekitar 61.785 ton. Dengan rincian pupuk urea 24.500 ton, NPK 21.542 ton, SP36 4.425 ton, ZA 4.718 dan Organik 6.600 ton.Kemudian,pada November, Wonogiri mendapatkan tambahan pupuk jenis Urea dan NPK. Rinciannya, 460 ton urea dan 200 ton NPK. Namun kuota SP36 dan ZA turun. Pupuk SP36 menjadi 4.269 ton dan ZA menjadi 4.690 ton.* (Tim-Mei)

 

Editor: Adm

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *