OPINI: Lunturnya Sebuah Etika, Kesopanan dan Moral Anak Jaman Now

 

Foto: dok (fokuslintas.com)

“Hei Generasi Muda! Kau Dibanggakan?Berikan aku sepuluh pemuda, maka akan kuguncang dunia..!” Ir. Soekarno.

 

FOKUSLINTAS.com – Dari kalimat tersebut, generasi muda adalah orang yang membanggakan pada saat itu. Apakah di zaman sekarang ini bersama hancurnya moral dan etika anak muda, mereka pantas dibanggakan lagi?

Di era globalisasi yang semakin berkembang pesat dengan didasari kemajuan teknologi yang semakin pesat, mudahnya orang-orang untuk mengenyam suatu pendidikan baik secara formal maupun tidak formal, transportasi yang semakin banyak seharusnya mampu mendobrak generasi penerus bangsa untuk menjadi sosok pribadi yang lebih baik dan intelek untuk menjadi benih-benih pemimpin negara kelak.

Etika, moral, sopan santun, seakan semuanya mulai memudar dari kalangan anak-anak muda jaman sekarang. Dari cara berpakaian mereka, tutur bicara mereka, semuanya bahkan sama sekali tidak mengandung unsur etika, moral dan sopan santun di dalamnya.

Semakin majunya jaman bukan mengubah pemikiran generasi-generasi muda menjadi lebih maju tapi malah sebaliknya, masih terlalu banyak pemikiran konyol, bodoh dan kekanak-kanakan di jaman yang maju ini.

Yang menjadi pertanyaan, di mana peran dunia pendidikan sekolah maupun kampus dalam melihat fenomena seperti ini? Tidak heran jika ada yang mangatakan bahwa sekolah bukan lagi mengajarkan manusia menjadi manusia untuk menjadi pintar dan cerdas tetapi mengajarkan manusia menjadi semakin bodoh dan tidak beretika.

Dari survei di Indonesia telah membuktikan prediksi lebih dari 50% remaja SMP dan SMA di Indonesia sudah tidak perawan lagi.

Survei lain mengatakan bahwa diatas 70% anak SMP dan SMA pernah melakukan KNIP (kissing, necking, petting, dan intercourse) ada yang anak SMP sudah tidak perawan, ada lagi sekian persen remaja mengaku sudah pernah melakukan aborsi dan dari 2 juta wanita Indonesia yang pernah melakukan aborsi, 1 juta adalah remaja perempuan.

Sopan santun merupakan aturan kehidupan yang lahir dari pergaulan suatu kelompok. Dalam hidup bermasyarakat, khususnya masyarakat desa, sopan santun sangat penting untuk dilakukan.

Bagi masyarakat pedesaan, sopan santun merupakan hal paling pokok untuk diterapkan pada kehidupan bermasyarakat. Masyarakat desa juga lebih peka terhadap orang disekelilingnya yang mempunyai kepribadian buruk seperti tidak adanya rasa sopan santun, baik sopan terhadap orang sebayanya, orang yang lebih tua, bahkan orang yang lebih muda.

Apabila kita sekali saja melanggar norma kesopanan, maka kita akan mendapat sanksi dari masyarakat. Misalnya dikucilkan, mendapat celaan, hinaan, bahkan diasingkan. Tidak hanya dimasyarakat saja, sopan santun harus kita terapkan pada kehidupan baik disekolah maupun diluar sekolah.

Dengan adanya norma kesopanan yang kuat pada diri kita, maka kita akan lebih dipercaya dan orang lain akan menganggap kita lebih bijak dan bertanggung jawab. Dengan sebaliknya, apabila kita bertindak atau berperilaku yang menggambarkan tidak adanya rasa sopan santun terhadap orang lain, maka orang lainpun akan menganggap kita egois.

Akan tetapi pada zaman sekarang ini, norma kesopanan sudah mulai hilang pada kalangan remaja, baik kalangan remaja masyarakat kota maupun desa. Bisa dibuktikan pada perilaku anak remaja sudah mulai berperilaku dengan keinginannya sendiri. Sudah banyak remaja yang lupa akan kesopanan.

Dari situlah anak remaja jauh akan kesuksesannya. Karena adanya sopan santunlah kita akan lebih mudah mendapat pekerjaan yang sesuai dengan yang kita inginkan. Maksudnya, dengan berperilaku sopan orang lain akan lebih segan menerima kita.

Sungguh sangat memprihatinkan sekali. Ini semua terjadi karena telah lunturnya etika, moral dan sopan santun generasi muda kita sekarang.

 

SALAM REDAKSI

( Eka Awi )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *